Bingung memilih accounting software/system? Pernah kecewa terhadap software/system accounting tertentu? Bagaimana memilih accounting software/system yang tepat untuk perusahaan anda? Memilih accounting software yang tepat seperti meng-hire seorang senior credit analyst sekaligus bookkeeper. Tidak mudah memang. Begitu banyak accounting software yang beredar. Semuanya menyatakan dirinya memiliki feature lengkap, user-friendly, bugs-free, multi-user, compatible dengan ini dan itu, menawarkan kemudahan-kemudahan. Didukung dengan penampilan yang artistic, clean dan professional. Bagaimana anda yakin bahwa itu semua benar? bagaimana kita bisa tahu itu benar atau provokasi dagang semata? dimana anda bisa mendapatkan informasi yang benar, jujur apa adanya?


Apakah yang anda inginkan hanya sekedar accounting software yang bisa menjurnal, membuat buku besar, membuat laporan keuangan, disertai laporan pajak saja? atau sebuah system flexible yang mampu menghasilkan variasi laporan untuk keperluan business analysis, bisa memndorong produktifitas dan pemangkasan biaya?

Ada kesalahan lazim yang sadar atau tidak kita lakukan dalam menilai dan memilih suatu software, terlebih lebih accounting software, diantaranya:
1. Asal cepat dan jadi.
2. Terpesona oleh penampilan
3. Asal murah

dan lain sebagainya...

Ada satu kesalahan persepsi umum yang sangat mendasar dalam mempersepsikan accounting software dan tools pada umumnya: Kita menyerahkan segala sesuatunya kepada accountig software, bahkan kita di lead (di dikte dan diatur) oleh software. Kita pikir software dan artifical intelligent bisa menggantikan fungsi manusia.....

Tips lengkap mengenai bagaimana memilih software accounting yang tepat...? Untuk sementara ini saya persilahkan Anda untuk menyampaikan ide bagaimana memilih software accounting yang benar dan aman....

Selengkapnya...

Penggabungan Usaha adalah salah satu strategy dari aktivitas perluasan usaha yang banyak dilakukan. Dan penggabungan usaha pilihannya ada 2 (dua), yaitu: Merger & Acquisition. Sebagai pegawai accounting dan keuangan (mulai dari staff hingga management) mau tidak mau harus memahami prosedur dan bisa melakukan administrasi atas kejadian ekonomi seperti ini. Itulah sebabnya mengapa memahami Merger & Acquisition Accounting adalah penting bagi orang-orang accounting dan keuangan. Di posting ini saya akan mebahas apa itu penggabungan usaha, mengapa, dan bagaimana bentuk Merger & Acquisition.


Jika dicarikan definisinya, penggabungan usaha adalah aktifitas perluasan usaha yang dilakukan dengan cara menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi, sebagai upaya untuk memperluas usaha.

Tentu banyak possibilities penyebab mengapa melakukan penggabungan usaha, diantara banyaknya kemungkinan yang ada, berikut ini adalah kemungkinan penyebab (alasan) yang paling common:

[-]. Investment profitability
Melakukan investasi pada perusahaan yang sehat dan memiliki tingkat profitability yang tinggi adalah salah satu alasan mengapa penggabungan usaha adalah pilihan perluasan usaha. Dengan berinvestasi pada perusahaan yang profitable, maka perusahaan akan berkesempatan untuk ikut menikmati keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan investee.

[-]. Business Diversification
Diversifikasi usaha (business diversification) adalah strategy lainnnya yang banyak ditempuh. Dengan menguasai berbagai bidang usaha yang berbeda-beda akan membuka kesempatan untuk memperoleh gain yang lebih banyak lagi dalam business.

[-]. Business Scale
Peningkatan skala perusahaan (business scale) adalah alasan lain mengapa dilakukan penggabungan usaha. Setelah penggabungan terjadi, tentu asset perusahaan akan bertambah, kapasitas bertambah, jangkauan pasar akan lebih luas dan yang tentunya akan diikuti oleh peningkatan omset, integrasi dari peningkatan itulah yang akan menyebabkan skala perusahaan menjadi bertambah besar.

[-]. Risk Reduction
No business could be a risk free. Definitely no. Dengan kata lain; adalah tidak mungkin menghilangkan resiko dari sebuah business, yang mungkin adalah berusaha me-manage resiko yang ada, tentunya dengan berbagai strategy yang diterapkan. Menjalankan satu usaha saja, disamping kesempatan untuk memperoleh gain yang lebih besar menjadi lebih terbatas (dibandingkan jika melakukan diversifikasi), juga sama artinya dengan menaruh business pada potensi resiko tanpa jalan keluar. Dengan ekspansi usaha diharapkan resiko akan lebih tersebar sehingga akan menjadi lebih ringan, atau resiko kerugian pada perusahaan yang satu, mungkin akan bisa ditutup oleh perusahaan lain yang dimiliki.

[-]. Controlling power gain
Controlling power gain is a typical reason. Ini adalah satu alasan khas mengapa suatu perusahaan melakukan penggabungan usaha. Bisa dikatakan alasan inilah yang paling mendominasi. Ada berbagai kemungkinan alasan mengapa suatu perusahaan ingin mendapatkan kendali atas perusahaan lain, diantaranya:

a). Market penetration
Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar yang mengalami kesulitan untuk memasuki suatu area pasar tertentu.
Contoh:
Danone ingin memasuki pasar air mineral di Indonesia, sementara Aqua sudah mengurat akar di masyarakat konsumen Indonesia, Danone tidak mempunyai pilihan lain selain membeli Aqua untuk bisa memasuki pasar terbesar di south east asia (khususnya Indonesia).

b). Supplies sustainability
Ini biasanya dilakukan oleh perusahaan besar yang mengalami kesulitan supply akibat raw material dikuasai oleh perusahaan lain. Untuk memastikan sustainability supplies, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain membeli perusahaan tersebut.

c). Technology advancement
Banyak perusahaan yang invest (read:acquisites) karena perusahaan investee memiliki technology yang dianggap unggul dan mampu menopang kelangsungan businessnya. Contoh: Google Inc mengakuisisi Feed Burner. Atau Times Warner yang mengakuisisi AOL.

d). Reducing competition
Menguasai perusahaan competitor adalah salah satu strategy untuk memenangkan persaingan.
Contoh:
Issue yang paling hot saat ini adalah penjualan Yahoo. Google Inc dan Microsoft Inc. sedang berusaha keras untuk bisa mengakuisi Yahoo. Kita ketahui ketiganya adalah raksasa search engine terbesar di muka bumi ini untuk era sekarang. Kita sama-sama lihat apakah nanti yahoo akhirnya akan di akuisi oleh Google Inc. atau Microsoft Inc. Bagi saya pribadi sebagai publisher (walaupun kecil-kecilan) saya sangat berharap Google lah yang nantinya mengakuisi yahoo. Saya punya interest tersendiri mengapa saya berharap Google (bukan Microsoft), bukan karena saya pemakai blogspot (anak perusahaan google), tetapi lebih karena search engine strategy saja.

Okay, saya rasa cukup untuk alasan mengapa penggabungan usaha.


Bentuk-Bentuk Penggabungan Usaha

Pengambila-alihan suatu usaha lain, sejatinya hanya dengan 2 (dua) kemungkinan cara, yaitu:

[a]. Net Asset Acquisition (Pengambil-alihan “Aktiva Bersih”)

Jika yang diambil-alih adalah aktiva bersihnya, maka penggabungan usaha tersebut diacatat sebagai MERGER atau bisa jadi CONSOLIDATION. Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dipindahkan ke perusahaan pengakuisisi dan perusahaan yang diakuisisi dibubarkan atau dilikuidasi. Setelah merger operasi dari perusahaan yang dulunya terpisah sekarang berada di bawah satu entitas.

So, iZZit a Merger or a consolidation?.

Okay….

Jika setelah pengambil-alihan terjadi, perusahaan investee dibubarkan (dilikuidasi) dan perusahaan hasil penggabungan memakai bendera perusahaan investor (pengakuisisi), maka bentuk penggabungan ini disebut dengan “MERGER”.

Contoh: Perusahaan XX + Perusahaan YY = Perusahaan XX

Sedangkan jika setelah penggabungan terjadi, kedua perusahaan atau lebih semuanya dibubarkan (dilikuidasi) dan muncul bendera baru dengan nama entitas baru sebagai hasil peleburan kedua usaha (atau lebih) yang melanjutkan usaha, maka bentuk penggabungan ini disebut dengan “CONSOLIDATION”.

Contoh : Perusahaan XX + Perusahaan YY = Perusahaan ZZ


[-]. Share Acquisition (Pengambil-alihan saham).

Dalam hal ini, pengambil-alihan dilakukan dengan cara membeli saham mayoritas berhak-suara perusahaan investee (bukan dengan mengambil alih aktiva bersihnya).

Selanjutnya….

Jika perusahaan yang diambil-alih dibubarkan (dilakuidasi), maka bentuk ini dicatat sebagai “MERGER” atau bisa jadi “CONSOLIDATION” (berlaku seperti net asset acquisition di atas).

Sedangkan jika perusahaan terakuisisi tidak dibubarkan dan tetap sama-sama beroperasi, maka penggabungan ini dicatat sebagai “SHARE ACQUISITION”. Selanjutnya, perusahaan pengakuisisi disebut sebagai "PARENT COMPANY (Perusahaan Induk)" sedangkan perusahaan terakuisisi selanjutnya disebut sebagai “SUBSIDIARY (Anak Perusahaan)”.

Karena tidak ada perusahaan yang dilikuidasi, perusahaan pengakuisisi memperlakukan kepemilikannya di perusahaan yang diakuisisi sebagai investasi. Dalam akuisisi saham, perusahaan pengakuisisi tidak perlu mengakuisisi seluruh saham milik perusahaan yang diakuisisi untuk memperoleh kendali, cukup hanya dengan menguasai saham mayoritas.

Hubungan yang timbul dari akuisisi saham disebut hubungan induk dan anak perusahaan. Induk perusahaan (parent company) adalah perusahaan yang mengendalikan perusahaan lain yang disebut sebagai perusahaan anak (subsidiary), biasanya melalui pemilikian mayoritas di saham biasa.


Selengkapnya...

Laporan Keuangan Konsolidasi

Diposting oleh admin |

Apa itu Laporan Keuangan Konsolidasi?, Kapan diperlukan? Metode / Pendekatan/Approach apa saja yang biasa dipakai?, Bagaimana prosedurnya?. Mulai posting ini sampai beberapa posting ke depan saya akan membahas mengenai LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI, mulai dari konsepnya, metode-metodenya, prosedurnya, tentu saja akan disertai oleh contoh-contoh kasus, tidak ketinggalan kajian perpajakan terkait dengan perusahaan induk (parent company) dan anak (subsidiary) atau cabang, serta perwakilan (representative). Oh ya, di akhir serie nanti saya juga akan bagikan kepada anda worksheet laporan keuangan konsolidasi, berupa template laporan keuangan konsolidasi, jika diperlukan. Layaknya template, tentu sudah ada formula di dalamnya.


Laporan Keuangan Konsolidasi termasuk “advance financial accounting” topic.

Bagi rekan-rekan yang belum pernah menangani laporan keuangan konsolidasi, dan ingin mengingat-ingat kembali topic yang pernah di ajarkan di Akuntansi Keuangan Lanjutan pada akhir-akhir semester perkuliahan dahulu. Jangan khawatir, kita akan mulai dari konsep dasarnya sekali. Dan pelan-pen nanti akan kita tingkatkan ke bagian-bagian yang lebih mendalam seiring dengan tingkat pemahaman kita.

Bagi rekan-rekan yang sedang (sudah pernah) menangani laporan keuangan konsolidasi, mungkin tidak ada salahnya untuk mengikuti pembahasan awalnya juga. Siapa tahu ada bagian tertentu yang anda tinggalkan, atau bahkan mungkin ada bagian dari pembahasan awal ini yang bisa membuka sumbat yang selama ini mengganjal pemahaman (penguasaan) anda di dalam membuat laporan keuangan konsolidasi.

Okay, enough with talks, kita mulai ke topic-nya….


Gambaran Umum Laporan Keuangan Konsolidasi

Definisi Umum

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan – akan entitas – entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.

Dari difinisi umum diatas, dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Otherwise, laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan.

Artinya; jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. So, there is no point to construct a consolidated financial statement.


Catatan: Wujud concrete dari “hak kendali yang lebih” disini adalah adanya kepemilikan saham beredar yang mayoritas (lebih banyak) dibandingkan perusahaan yang lainnya.


Tujuan laporan keuangan konsolidasi

Adapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.

Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain.

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi

[-].Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.

[-].Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.

Perlu disadari; Disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi ekses yang tidak baik, antara lain:

[-]. Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.

[-]. Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.

[-]. Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.

[-]. Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang

[-]. Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.

Gambaran Umum Proses Konsolidasi

Sebagai informasi awal saja, secara umum prosedur dan proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:

Laporan keuangan terpisah (dari dua entity atau lebih) digabungkan atau ditambahkan bersama-sama, setelah beberapa penyesuaian dan eliminasi, untuk menghasilkan laporan keuangan konsolidasi. Penyesuaian dan eliminasi tersebut terkait dengan transaksi dan kepemilkan antar perusahaan.

Proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi akan menjadi masalah apabila kepemilikan terhadap perusahaan anak kurang dari 100%.

Agar memperoleh pemahaman yang complete dan utuh mengenai prosedur dan cara membuat laporan keuangan konsolidasi, maka di posting saya berikutnya, saya akan bahas mengenai M&A Accounting (Merger & Acquisition Accounting) terlebih dahulu. Di sana akan dibahas mengenai konsep Merger & Acquisition, dan prosedur pembuatan laporan konsolidasi pada saat Merger/Acquisition terjadi. Dengan memahami konsep dan prosesnya sejak awal, saya berharap; pemahaman prosedur pembuatan Laporan Keuangan Konsolidasi pasca penggabungan nantinya bisa lebih mudah dipahami. Sampai ketemu di Merger & Acquisition Accounting - Part1. dan Merger & Acquisition Accounting - Part2.


Selengkapnya...